Date Rabu, 30 July 2014 | 09:56 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tiga Oknum Polisi masih Diproses

Sabtu, 22-10-2011 | 13:15 WIB | 255 klik

Padang, Padek—Polda Sumbar siap memecat anggotanya jika terbukti terlibat narkoba. Sikap tegas ini diambil untuk membersihkan jajarannya dari barang haram tersebut serta memberikan efek jera kepada setiap pelaku.


”Jika ada anggota yang terlibat, akan dipecat. Namun sebelum dipecat, dipidanakan dulu,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Kawedar, kepada Padang Ekspres, di ruang kerjanya, kemarin (21/10).


Selama 2011 ini, sebut Kawedar, Polda Sumbar mencatat tiga anggota polisi terlibat narkoba. Tiga oknum itu; Ipda Hendri Bayola, anggota Polresta Padang, Bripka Muzakir anggota Polresta Solok dan Briptu Ade Putra, anggota Direktotar Lalu Lintas Polda Sumbar.


Ketiga oknum itu sudah dipidanakan, namun belum diberikan sanksi karena masih menjalankan hukuman pidana di LP Kelas II A Muaro Padang. ”Setelah menjalani hukuman di LP Muaro, ketiga oknum itu langsung disidang Komite Kode Etik (KKE) atau Kode Etik Profesi. Di sidang itu, nanti ditentukan apakah tiga oknum itu masih layak jadi polisi atau bukan,” kata.


Mengantisipasi anggota polisi terlibat narkoba, kata Kawedar, jajaran Polres dan Polresta di Sumbar diminta melakukan tes urine secara mendadak. Rabu (19/10) lalu, saat digelar razia di Kota Solok, tiga oknum polisi berpangkat brigadir ditangkap di Gelanggang Batuang, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok karena diduga mengonsumsi sabu-sabu. ”Tiga oknum Polri itu diduga terlibat nyabu. Dari hasil tes urine, ketiga polisi itu positif,” ujarnya.


Terpisah, Kapolresta Solok, AKBP Lutfi Martadian mengatakan, ketiga oknum yang diduga terlibat nyabu itu, masih diproses oleh Provost Polresta Solok. ”Masih sedang diproses. Jika terbukti akan dihukum,” ujarnya. (tim)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA