Date Kamis, 31 July 2014 | 14:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Werry Rektor Unand Terpilih

Kamis, 13-10-2011 | 11:51 WIB | 587 klik
Werry Rektor Unand Terpilih

Werry Darta Taifur

Padang, Padek—Doktor Werry Darta Taifur terpilih menjadi rektor Universitas Andalas (Unand) periode 2011-2015. Werry yang sekarang masih menjabat Pembantu Rektor II Unand ini, meraih suara terbanyak dalam pemilihan tahap akhir pemilihan rektor Unand yang melibatkan 145 senat dan perwakilan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), di ruang rapat senat rektorat kampus Unand Limaumaninh, kemarin (12/10).


Werry memperoleh 114 suara, meninggalkah jauh dua rivalnya. Prof Dr Edison Munaf meraih 63 suara dan Prof Dr Helmi 46 suara.
Selain 145 anggota senat, pemilihan juga diikuti utusan Kemendiknas yang memiliki 78 suara. Mendiknas diwakili Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti, Supriadi Rustad.


”Mendiknas memiliki 78 suara dalam pemilihan ini, atau 35 persen dari total suara sesuai aturan,” kata Ketua Pemilihan Rektor Elfi Sahlan Ben kepada Padang Ekspres, kemarin.


Pantauan Padang Ekspres, pemilihan yang berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 12.00, berjalan tertib. Penghitungan suara dilakukan sekitar pukul 13.00. Sejak awal perolehan suara, Werry yang dalam pemilihan tingkat senat beberapa waktu lalu juga unggul dari pesaingnya, sulit dikejar dua calon lain. ”Kita harus menghormati hasil pemilihan ini. Apa pun hasilnya, ini pilihan kita bersama dan perlu kita dukung,” kata Elfi yang juga Rektor UMMY Solok.


Kepada Padang Ekspres, Werry mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota senat dan Kemendiknas yang sudah memberikan amanah kepadanya. ”Dukungan semua elemen jelas sangat kita butuhkan. Tak mungkin tanggung jawab mengelola dan mengembangkan Unand ini, hanya dipikulkan pada seorang rektor,” kata Werry.


Pada kesempatan itu, Werry mengatakan akan fokus menata organisasi yang profesional, memperketat kompetensi lulusan dan menjadikan Unand sebagai perguruan tinggi terkemuka, unggul, dan kompetitif. Termasuk meningkatkan publikasi ilmiah dan perolehan hak cipta. Khusus alokasi keuangan, Werry berkomitmen membuat alokasi keuangan universitas dengan skala prioritas. ”Tiga titik fokusnya adalah penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat,” tegas Werry.


Dosen Fakultas Ekonomi Unand ini juga berkeinginan melengkapi sarana dan prasarana di Unand. Terutama memperbaiki gedung-gedung perkuliahan yang rusak akibat gempa 30 September 2009 lalu. ”Akibat gempa itu, Unand mundur lima tahun. Artinya, butuh kerja keras memperbaiki segala kerusakan tersebut,” kata Werry.


Salah seorang calon rektor, Helmi menyatakan, rektor bukanlah segala-galanya, melainkan hanyalah tugas tambahan bagi seorang akademisi. ”Tugas utama kita, ya dalam bidang akademis. Biarpun begitu, kita siap memberi dukungan kepada rektor terpilih,” tukas Helmi yang sekarang menjabat Pembantu Rektor IV Unand ini.


Kandidat lainnya, Edison Munaf mengaku puas karena pemilihan berjalan demokratis. Namun begitu, ia melihat komposisi hasil suara calon tidak logis. ”Suara kementerian seperti penuh mengalir kepada salah satu calon. Saya bukan mempersoalkan menang atau kalah, cuma kelihatannya suara kementerian bulat pada salah satu calon. Padahal, sebelumnya utusan kementerian sudah mengemukakan sembilan kriteria calon pilihan Mendiknas, apa itu sudah digunakan sepenuhnya,” tanya Atase Pendidikan KBRI Tokyo Jepang Jepang ini.


Adapun sembilan kriteria itu, pertama; Ke-scholar-an. Kedua; pengetahuan tentang perguruan tinggi dan Tridarma. Ketiga; pengalaman manajemen perguruan tinggi. Keempat; pandangan pengembangan perguruan tinggi ke depan. Kelima; wawasan tentang pendidikan tinggi. Keenam; kepedulian terhadap kebijakan nasional terkait pendidikan tinggi. Ketujuh; kepedulian terhadap perundang nasional. Kedelapan; kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungan. Kesembilan; wawasan internasional.


Biarpun begitu, Edison menegaskan bahwa siapa pun calon terpilih adalah yang terbaik. ”Saya tetap berkomitmen membesarkan Unand,” kata Edison. Baginya, siapa pun rektor terpilih harus berani membenahi manajemen akademik, dan menjalin hubungan dengan masyarakat.


Sebelum pencoblosan, visi dan misi ketiga calon rektor dibedah anggota senat. Ketiga calon rektor harus menjawabnya dengan dua bahasa sekaligus, Indonesia dan Inggris. Ini dilakukan untuk mengetahui reputasi internasional para calon. Umumnya, pertanyaan lebih diarahkan pada tata cara pengelolaan Unand ke depan, integritas, kemampuan, dan pengalaman. (rdo/mg6)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA