Date Jumat, 1 August 2014 | 04:36 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Di Pessel, 3 Rumah dan 9 Ruko Hangus

Serambi Mekkah Terbakar

Kamis, 13-10-2011 | 10:29 WIB | 518 klik
Serambi Mekkah Terbakar

BERKOBAR: Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan TNI ketika ber

Padangpanjang, Padek—Tiga musibah kebakaran terjadi di Sumbar. Kemarin (12/10), kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Serambi Mekkah Padangpanjang. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun asrama santri yang ditempati 130 santri, ludes dilalap si jago merah. Dua kebakaran lainnya, terjadi di Pesisir Selatan. Sebanyak tiga unit rumah dan sembilan ruko di dua lokasi terbakar.


Kebakaran yang melanda Ponpes Serambi Mekkah terjadi sekitar pukul 11.25 WIB. Api berkobar di delapan ruangan asrama santri kelas 1 dan II SMP. Saat kebakaran, santri sedang mengikuti ujian tengah semester. Tidak satu pun yang mengetahui api telah menjalar hampir ke seluruh ruangan asrama yang dalam keadan kosong.


Santri dan pengasuh pesantren baru tahu asrama kejadian itu setelah api membara.
Melihat api berkobar, suasana ujian yang sebelumnya tenang, seketika berubah mencekam. Para santri dan tenaga pendidikan kocar-kacir menyelamatkan harta benda. Malangnya, api dengan cepat menjalar melahap seisi asrama. Mujur, saat kebakaran para santri sedang di ruangan belajar.


”Lemari, baju, kasur dan buku-buku santri ndak sempat dikeluarkan karena api telah besar. Tapi kita masih bersyukur, dua santri kita yang beristirahat dalam asrama karena demam, selamat,” kata Kepala SMP Hendri kepada Padang Ekspres.


Dalam kondisi panik, 500 santri dievakuasi ke luar kompleks pesantren yang sudah dipenuhi kepulan asap. Petugas pemadam kebakaran (damkar) didukung tujuh mobil damkar bersama masyarakat bahu-membahu memadamkan api. Petugas sempat kewalahan akibat material bangunan banyak terbuat dari kayu membuat api cepat menjalar.


Baru sekitar pukul 13.00, petugas berhasil memadamkan api yang menghanguskan lantai III gedung asrama santri. Hendri belum bisa memastikan total kerugian. ”Kita belum bisa memperkirakan jumlah kerugian akibat kebakaran ini,” ujar Hendri. Diperkirakan, proses belajar mengajar (PBM) paling cepat dimulai seminggu ke depan.


30 Santri Dirawat
Meski tak terdapat korban jiwa, 30 santri dirawat di puskesmas dan RSUD Padangpanjang. Mereka shock dan mengalami gangguan pernapasan karena menghirup asap tebal. Sebanyak 5 santri dirawat di Puskesmas Gunuang, 23 santri di RSUD, dan 2 santri di RSI Yarsi Padangpanjang. Selain santri, seorang dosen Akper Nabila kena serangan jantung, sedangkan dua petugas damkar dan seorang warga terluka terkena pecahan kaca dan seng.


Petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Padangpanjang, Nora Elfiyanti mengatakan, seorang santri kakinya tidak bisa digerakkan. ”Namun setelah dirontgen, kaki santriwati tersebut hanya sakit biasa, tidak fatal,” jelasnya.


Sedangkan lima santri yang dirawat di puskesmas, penuturan salah seorang bidan, kondisinya baik-baik saja. ”Hanya shock berat dan gangguan ringan pada saluran pernapasan. Hasil rontgen tidak menunjukkan hal berbahaya. Sekarang tinggal menunggu hasil observasi, apakah mereka harus dirawat inap atau diperbolehkan pulang,” ujar petugas UGD tersebut.


Terlambat Diketahui
Pengakuan petugas damkar, kebakaran itu baru diketahui setelah menerima laporan dari salah seorang anggota SAR yang kebetulan berada di kompleks pesantren untuk mengantarkan surat. Waktu itu, api sudah membesar di lantai III.


”Pihak pesantren terlambat mengetahui dan melaporkan kebakaran. Tambah lagi lorong kompleks sempit. Akibatnya, kita kesulitan menyemprot sisi dalam kompleks,” terang Kepala UPTD Damkar Padangpanjang, John Aldo. Menyangkut dua anggotanya, kata Jhon, hanya luka ringan di tangan.


Begitu mengetahui kebakaran itu, Pemko Padangpanjang langsung bergerak menghimpun bantuan. Salah satunya melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar. Dinsos menyalurkan bantuan Rp 31.063.500 berbentuk barang, berupa 200 paket biskuit, 300 helai selimut, 150 matras, 500 kg beras dan 300 kaleng sarden. Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Padangpanjang, Edwin di halaman kompleks pesantren.


PLN Membantah
Anggapan sejumlah kalangan bahwa penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek, dibantah Manager Ranting PLN Padangpanjang, Wisnu Ariadi Sukendar ketika ditemui di tempat kejadian peristiwa (TKP). Hubungan pendek atau korsleting listrik, tegas Wisnu, tidak bisa menimbulkan api.


”Simpel saja. Jika memang korsleting bisa menimbulkan api dan akan menyebabkan kebakaran, tentu lebih baik seluruh rumah tidak memakai listrik dong. Jika begitu, dapat dipastikan semua rumah akan terbakar,” tuturnya ketika melakukan pemeriksaan jaringan listrik di kompleks pesantren.


Wisnu mengatakan akan melakukan pemutusan total jaringan listrik ke pesantren. Ini dilakukan agar pelanggan listrik lainnya tidak menjadi korban karena peristiwa tersebut. ”Kita upayakan pelanggan sekitar Serambi Mekkah, listriknya tetap nyala. Untuk itu, kita harus melakukan pemutusan total dari tiang ke pesantren,” katanya.


Hasil pemeriksaan terhadap meteran induk listrik di pesantren, pihaknya tidak menemukan masalah jaringan listrik. ”Untuk jaringan atau instalasi listrik di rumah atau bangunan, merupakan tanggung jawab pelanggan. Karena itu, korsleting di dalam rumah bukan tanggung jawab PLN. Setelah kita periksa, meteran yang menjadi tanggung jawab PLN tidak terdapat gangguan dan kerusakan,” terangnya.


Kebakaran di Pessel

Di Pesisir Selatan (Pessel), kebakaran terjadi di dua tempat. Kebakaran pertama terjadi Selasa (11/10), pukul 20.45 di Kampung Baru, Korong Nan Ampek, Nagari Taratak Sungai Lundang. Di lokasi ini, tiga rumah semipermanen milik Roslan Hitler, 45, Topang, 60, dan Ali Atar, 50, hangus terbakar.


Camat Koto XI Tarusan, Hadi Susilo kepada Padang Ekspres menjelaskan, data sementara kerugian mencapai Rp 700 juta. Api berhasil dijinakkan dua jam kemudian setelah dua unit mobil kebakaran sampai ke lokasi. Dua unit damkar ini, satu di antaranya didatangkan dari Padang. ”Saat ini, keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah tetangga,” terangnya.


Kebakaran kedua, terjadi Pasar Silaut I Nagari Silaut, Kecamatan Lunangsilaut, Rabu dini hari sekitar pukul 03.00. Di lokasi ini, api menghanguskan 9 ruko. Total kerugian mencapai Rp 1 miliar. Enam pemilik ruko ini adalah, Zizarman alias Pilot, 35, dan Rahman, 55. Masing-masing memiliki 2 petak ruko.


Lalu Abukzar alias Buyung, 45, Sudirman alias Apuak, 40, Buya Zet, 50 dan Amrizaski, 53, masing-masing memiliki 1 ruko. Sekarang, semua pemilik ruko kecuali Buya Zet, diungsikan ke rumah keluarganya di sekitar lokasi.


Keterangan warga, sumber api terlihat dari ruko Pilot. Jauhnya lokasi (sekitar 175 km dari pos damkar terdekat), membuat pemadaman terlambat. Walau tak menimbulkan korban jiwa, Camat Lunangsilaut, Darwis memprediksi total kerugian mencapai Rp 1 miliar. Tak satu pun barang dagangan bisa diselamatkan. Bangunan ruko juga rata dengan tanah. ”Penyebab kebakaran belum diketahui. Masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” terangnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA