Date Senin, 28 July 2014 | 21:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Terancam Gagal Kuliah di Mesir

Imam Mursyid, Siswa Berprestasi Hafal 30 Jus Al Quran

Sabtu, 08-10-2011 | 13:48 WIB | 485 klik
Imam Mursyid, Siswa Berprestasi Hafal 30 Jus Al Quran

Imam Mursyid, Siswa Berprestasi Hafal 30 Jus Al Quran

Sejak menjadi santri di Pondok Pesantren Ar-Risalah, Lubuk Minturun, Padang, Imam Mursyid sudah merawat keinginannya untuk berkuliah di Al-Azhar, Mesir. Berkat ketekunannya, Imam Mursyid telah hafal 30 jus Al Quran, dan lulus pula tes di kampus impiannya.


Namun, mimpi yang telah dirawat selama 6 tahun itu, tampaknya akan terkubur begitu saja. Remaja 18 tahun itu, tiada biaya untuk melanjutkan pendidikan di negeri para nabi itu.


Di Kabupaten Sijunjung, Imam, begitu dia akrab disapa, merupakan pelajar satu-satunya yang lulus tes berkuliah di Mesir tahun ini. Namun, Imam dirundung gundah karena program tersebut ternyata nonbeasiswa. Otomatis, untuk tahap awal tahun pertama, dia harus menyiapkan uang puluhan juta rupiah. Program ini hanya memberikan bantuan setelah mahasiswa melewati proses kuliah pada tahun pertama.


“Saya lulus di program nonbeasiswa. Untuk tahun pertama, mahasiswa diwajibkan bayar sendiri dulu. Tahun kedua dan selanjutnya, baru diberikan beasiswa. Setelah kami hitung-hitung dengan ayah, paling kurang butuh Rp 29 juta untuk ongkos dan biaya hidup di sana selama setahun,” ungkap Imam saat ditemui Padang Ekspres di rumahnya, Padangsibusuk, Sijunjung.


Siang itu, Imam didampingi ayahnya Nafwan, ketika berbincang-bincang dengan Padang Ekspres.
Berdasarkan jadwal, remaja kelahiran Sijunjung, 28 Oktober 1993, itu harus berangkat pada 20 Oktober 2011. Namun hingga kini, belum sepeser pun uang terkumpul.


Padahal, jauh-jauh hari ia sudah memasukkan proposal ke kantor Bupati Sijunjung, ke kantor Gubernur Sumbar, dan berbagai instansi lainnya.
Waktu terus bergulir, hati Imam pun berdebar-debar. Tidak sampai dua pekan lagi, sedianya sudah harus bertolak ke Mesir.Untuk tahun ini, di Ponpes Ar Risalah hanya dua orang yang yang hafal 30 jus Al Quran.

Imam salah satunya. Ia sering juara dalam berbagai perlombaan membaca Al Quran. Terakhir, meraih peringkat II MTQ Sumbar di Pasaman.


Anak ketiga dari 8 bersaudara ini, sudah menampakkan bakatnya sejak belia. Hari-harinya lebih banyak digunakan untuk menghafal Al Quran. Di lingkungannya, Iman dikenal ramah, dan santun dengan tutur kata lembut kepada siapa saja.


“Ketika Imam masih SD, ia pernah menegur kami karena tidak sengaja berbicara dengan suara agak keras di depannya. Ia menyampaikan apa yang didapatkan di sekolah, tentang bagaimana seharusnya sikap orangtua, yang akan menjadi panutan bagi anak-anaknya. Saya dan istri terharu, dan setelah itu, kami selalu menjaga sikap di depan anak-anak.

Untuk kuliah Imam, kami sangat berharap bisa mewujudkan keinginannya kuliah di Al-Azhar,” ungkap Nafwan, ayah Imam.


Kini, mereka terus menunggu kepastian proposal yang telah diajukan. Sudah berulang kali mereka cek, belum juga ada tanggapan. Kalau tetap tidak ada tanggapan, berkemungkinan salah satu putra Sumbar yang berprestasi ini gagal melanjutkan pendidikannya di negeri padang pasir. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA