Date Selasa, 22 July 2014 | 20:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pemko Didesak Ganti Kepala SMA 9

Kamis, 06-10-2011 | 11:46 WIB | 598 klik
Pemko Didesak Ganti Kepala SMA 9

(*)

Sawahan, Padek—DPRD Padang mendesak Pemko mengganti Kepala SMAN 9, Nilma Lafrida agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Para politisi gedung bundar itu mensinyalir pengangkatan kepala SMAN 9, tidak sesuai prosedur. Nilma tidak pernah menjabat sebagai wakil kepala sekolah. Dari guru biasa langsung menjadi kepala sekolah.


“Kami minta kepala SMAN 9 dicopot saja. Kalaupun dibiarkan menjabat di sana, akan memicu aksi demonstrasi dari pelajar,” ujar Wakil Ketua DPRD Padang, Budiman kepada Padang Ekspres kemarin ( 5/10).


Dari informasi yang diperoleh Budiman, Nilma tidak memiliki catatan yang baik. “Orangtua banyak mengeluhkan yang bersangkutan kurang disiplin, pulang selalu lebih awal dan catatan-catatan lainnya. Nilma juga belum pernah memangku jabatan strategis sebagai pimpinan. Dari seorang guru biasa, langsung menjadi kepsek. Ada prosedur yang dilanggar Dinas Pendidikan dalam pengangkatan,” bebernya.


“Yang bersangkutan memang tidak salah, ini kesalahan Dinas Pendidikan dalam pengangkatan kepsek,” tambahnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Zaharman juga mendesak Nilma dicopot dari kepala SMAN 9. Alasan Nilma bahwa baju batik yang dipesannya pada distributor hilang di jalan, tak masuk akal. “Masa alasannya hilang di jalan. Ini tak rasional,” tukasnya.


SMAN 9 Padang termasuk Sekolah Berstandar Nasional. Dengan label itu, banyak prestasi yang mestinya diukir sekolah. “Memang dalam pengangkatan dan pemutasian kepala sekolah di Dinas Pendidikan kerap tak jelas standarnya. Ini juga banyak pengaduan ke DPRD,” ujarnya.


DPRD mengingatkan Disdik agar pengangkatan kepala sekolah mengacu pada prestasi kerja, bukan kedekatan dengan pejabat daerah. Sepanjang tidak menjadikan prestasi kerja sebagai tolok ukur penempatan personel, tidak akan terjadi kemajuan dalam dunia pendidikan di Padang.


Sesuai Kompetensi

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Sutrisno menuturkan, pengangkatan Nilma sebagai kepsek telah melalui prosedur yang berlaku. “Tidak perlu melihat prosedur terus, tapi lihat juga kompetensinya. Banyak kompetensi seorang guru, makanya bisa diangkat menjadi kepsek. Basko (Basrizal Koto) saja tidak kuliah, bisa juga kaya dan memimpin perusahaan. Persoalan demo itu tak dapat dilihat sari satu sisi saja, tapi yang penting carikan solusinya,” ujarnya.


Bambang menegaskan, tak semua aksi demonstrasi siswa SMA 9 yang perlu diakomodir. “Kalau ada kepala dinas yang didemo, minta diganti, apa harus diakomodir terus? Kalau ada yang minta presiden diganti, apa juga harus diganti juga? Kalau memang itu mau dilakukan bisa kacau negara,” katanya.


Di tempat terpisah, Kepala SMAN 9 Nilma Lafrida menuturkan, ketidakhadirannya di sekolah karena menghadiri pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan di Balai Kota. Menurutnya, tugas kepala sekolah bukan hanya di dalam lingkungan sekolah, namun juga di luar sekolah. “Kompetensi saya salah satunya adalah menjadi ketua Forum Istri Karyawan PT Semen Padang,” tuturnya. (ayu/mg 10)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA