Date Sabtu, 26 July 2014 | 14:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kesehatan

Peneliti Kemenkes Tewas di Hotel

Sabtu, 01-10-2011 | 15:28 WIB | 379 klik

Payakumbuh, Padek—Seorang peneliti lingkungan fisik kimia kesehatan pada Pusat Litbang Ekologi dan Status Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Hendro Martono, 59, ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar 105 Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Sumbar, Jumat (30/9) sekitar pukul 10.00 WIB.


Hendro Martono beralamat di Desa Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Cirecas, Jakarta Timur, datang ke Payakumbuh sejak Senin (19/9). “Beliau datang untuk memimpin riset fasilitas kesehatan di kota ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh dr Mery Yuliesday kepada Padang Ekspres, tadi malam.


Setiba di Payakumbuh, Hendro Martono menginap di Hotel Flamboyan di bilangan Jalan Ade Irma Suryani. Namun entah mengapa pada Kamis (29/9) siang, Hendro mendadak minta pindah ke Hotel Mangkuto di kawasan Kaniangbukik atau tidak jauh dari simpang tiga Nan Kodok, Payakumbuh Utara.


Menurut Irat, resepsionis Hotel Mangkuto yang diwawancarai wartawan, Hendro Martono chek in pada Kamis sekitar pukul 12.00 WIB. Sampai Jumat sekitar pukul 07.00 WIB, karyawan hotel masih melihat Hendro.


Tidak hanya melihat wajah Hendro, karyawan Hotel Mangkuto juga masih sempat mengantar makanan pesanan Hendro untuk sarapan pagi. Namun beberapa jam kemudian atau saat petugas Dinas Kesehatan Payakumbuh hendak menemui Hendro, ternyata Hendro yang berada di kamar 105 tidak menyahut.


Karyawan hotel dan sejumlah petugas Dinas Kesehatan yang datang bertamu menjadi penasaran. Mereka kemudian mengetuk pintu kamar Hendro, tapi pintu tidak kunjung dibuka. Lantaran tidak dibuka, petugas dan karyawan hotel akhirnya membuka sendiri pintu kamar Hendro.


Rupanya, pintu kamar hotel tidak dikunci. Ketika pintu dibuka, Hendra terlihat tidur dengan posisi terlentang. Waktu dipanggil-panggil, Hendro tidak lagi menyahut, diduga ia sudah meninggal. Kondisi ini, membuat manajemen Hotel Mangkuto menjadi panik.


Bersama polisi, jenazah Hendro akhirnya dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk diperiksa petugas medis. Kapolresta Payakumbuh AKBP S Erlangga menduga, Hendro meninggal akibat serangan jantung. Sebab petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.


Tadi malam, jenazah Hendro sudah diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang menuju Jakarta. “Jenazah Hendro dimakamkan di Jakarta, barusan pesawat yang membawa jenazah berangkat,” kata Merry Yuliesday. (frv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA