Date Jumat, 25 July 2014 | 12:16 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

10 Motor Ludes, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Tujuh Rumah Terbakar

Jumat, 30-09-2011 | 10:23 WIB | 203 klik
Tujuh Rumah Terbakar

Api Merajalela: Seorang warga Belakang Tangsi berlari menghindari api yang memba

Belakangtangsi, Padek—Musibah kebakaran beruntun melanda Padang. Kemarin, tujuh unit rumah semipermanen, di Jalan Banda Belakang Tangsi RT03/RW02, No 48 A, kemarin (29/9) siang, hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Berdasarkan data Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Padang, seorang korban dinyatakan mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.

Kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Tapi, dari pantauan Padang Ekspres, tidak ada satu pun korban kebakaran yang dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang, termasuk di RST Reksodirwiryo dan RS Yos Sudarso, serta di puskemas terdekat.


Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) yang menghuni rumah kontrakan di depan kantor pegadaian itu. Semua harta benda ludes. Dari versi petugas Damkar, diduga kebakaran berasal dari dapur di salah satu rumah korban sekitar pukul 13.00.


Namun, pengakuan korban, Buyung, 46, tidak ada satu pun yang menjadi korban kebakaran. Hanya kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Dikatakan Buyung, sumber api diduga berasal dari rumah makan milik Mualim. Sebab, sebelum api membesar, dia bersama korban lainnya melihat asap putih keluar dari rumah makan itu. Sekitar dua menit kemudian, asap putih berubah menjadi hitam dan menimbulkan api yang sangat besar.


Merasa terkejut, dia bersama korban lainnya yang menghuni rumah kontrakan milik Hendri, 50, itu, langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan harta benda. Namun karena angin kencang, api cepat membesar.


“Hanya sedikit barang-barang kami yang bisa diselamatkan,” kata pria yang bekerja sebagai penjual motor bekas ini. Dia mengaku, kebakaran itu menghanguskan lebih dari 10 unit motor bekas yang dia jual. Tidak hanya itu, beberapa dokumen-dokumen penting serta uang tunai milik pria yang mengontrak di rumah ketua RW 02 Kelurahan Belakangtangsi ini, juga hangus terbakar. “Saya mengalami kerugian Rp 200 juta,” akunya.


Berbeda dengan saksi mata lain, yaitu Bambang S, satpam Pegadaian Tapibanda, melihat api diduga muncul dari rumah milik Mar, 40, di sebelah rumah makan Mualim. Saat kejadian, dia sedang berada di Pos Satpam Pegadaian yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.
“Saya melihat asap pertama kali keluar dari rumah Mar. Tapi, saya tidak bisa memastikan apakah sumber api, benar dari rumah itu atau tidak, saya tidak tahu pasti,” akunya.


Berdasarkan catatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Belakangtangsi, Kecamatan Padang Barat, kerugian kebakaran seluruh korban yang terdiri dari 13 KK dan lebih dari 50 jiwa itu, sekitar Rp 500 juta. Jumlah tersebut masih terus bertambah karena belum semuanya didata.


“Kini, korban-korban kebakaran itu, akan ditampung di tenda-tenda darurat milik PMI Padang yang akan didirikan di sekitar lokasi kejadian,” kata Ihsan, ketua LPM Kelurahan Belakangtangsi, Kecamatan Padang Barat.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Budhi Herwanto menyebutkan, api baru bisa dijinakkan sekitar satu setengah jam kemudian. Untuk memadamkan api, pihaknya menurunkan sekitar 30 personel dan tujuh unit armada Damkar, serta dibantu dengan satu unit armada PT Semen Padang.


Saat proses pemadaman, petugas mengalami kesulitan, karena saat pemadaman, listrik masih menyala. Selain itu, sumber air yang dibutuhkan untuk memadamkan api cukup jauh, yaitu di Bandarbekali, Marapalam Padang Timur. Lokasi tersebut, berjarak sekitar enam kilometer dari lokasi kebakaran.


Dalam kejadian ini, sebut Budhi, ada salah seorang korban yang mengalami luka bakar dan dibawa warga ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan pribadi. “Ke mana dibawa, kami sama sekali tidak mengetahuinya. Kebakaran ini, diduga akibat kompor meledak” ujarnya. (mg6)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA