Date Selasa, 29 July 2014 | 03:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Keluarga Korban Hajar Pembunuh

Jumat, 08-04-2011 | 10:32 WIB | 518 klik
Keluarga Korban Hajar Pembunuh

Diamankan polisi: Ade Saputra (kiri) dilindungi polisi dari amukan keluarga Sisk

M Yamin, Padek—Ade Saputra alias Ucok, 21, nyaris babak belur dihajar keluarga korban saat rekonstruksi pembunuhan, di Gedung Tuah Sakato Mapolresta Padang kemarin (7/4). Ade yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuh siswi STKIP Gunungpangilun bernama Siska, 21, pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (12/3) lalu, untung bisa diselamatkan polisi.


Beberapa orang anggota polisi membawa lari tersangka dan kembali memasukkannya ke dalam sel tahanan Mapolresta Padang.
Saat rekonstruksi berlangsung, puluhan keluarga korban terlihat berkumpul di lokasi rekonstruski.
Semula, reka ulang berjalan lancar. Sebanyak 22 adegan diperagakan tersangka. Termasuk, saat ia melakukan pembunuhan pada mantan pacarnya di kawasan Mansiro, Pincurantujuh, Kecamatan Kuranji.


Emosi keluarga korban terpancing, setelah tersangka mengakui, ia memukul korban dengan besi pembuka kelapa. Saat diperkosa, korban masih dalam keadaan pingsan hingga akhirnya dihabisi dengan menusuk kepala dan bagian rusuk korban.
Usai rekonstruksi pada pukul 12.00 WIB, tersangka berjalan ke luar gedung menuju ke sel tahanan. Saat itulah tersangka yang dikawal beberapa polisi langsung dipukuli keluarga korban.


Melihat adegan sadis pembunuhan itu, Zaharudin, 46, meyakini aksi korban telah direncanakan. Untuk itu, pamar korban berharap polisi memberikan hukuman setimpal. Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka juga mengambil cincin dan kalung emas korban yang dijual di Pasar Siteba. Selanjutnya, korban dibuang ke selokan di samping Surau Tuo.


Rekonstruksi dilakukan di Gedung Tuah Sakato Mapolresta Padang karena takut aksi balasan dari keluarga korban. “Kami takut nantinya keluarga korban murka, dan berniat menghabisi tersangka,” ujar Kapolsekta Kuranji AKP Wianarno, di sela-sela rekonstruksi, kemarin (7/4).


Belum Terima Berkas
Dua jaksa penuntut umum (JPU), Syilfia Andriati dan Mulyana Safitri ikut menyaksikan adegan reka ulang itu. “Kami belum menerima limpahan berkas dari polisi. Kami hanya melihat tahap rekonstruksi sehingga nantinya, saat berkas dan tersangka diserahkan pada kami, kami telah mengerti seluk beluk kasus tersebut,” ujar Syilfia pada Padang Ekspres kemarin (7/4).


Di tempat yang sama, Kapolsek Kuranji AKP Winarno mengatakan, tersangka dan berkas perkara akan diserahkan dalam dua hari ke depan.
Penasihat Hukum (PH) tersangka, Businis, mengatakan, saat ini ia baru ditunjuk polisi menjadi PH tersangka, karena tingginya ancaman hukuman kepada tersangka. “Kalau nantinya keluarga tersangka mencari PH baru, saya hanya sampai di sini. Nantinya, seluruh hasil rekonstruksi itu akan saya serahkan kepada PH tersangka yang baru,” pungkasnya. (kd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA