Date Kamis, 31 July 2014 | 18:26 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Istri Gonzales Ngadu ke LBH

Selasa, 20-09-2011 | 13:27 WIB | 326 klik

Ulakkarang, Padek—Merasa tak mendapatkan keadilan hukum terhadap suaminya, istri Gonzales, Gita Riani, 25, mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Senin (19/9) sore. Laporan Gita terkait masalah hukum yang kini menjerat suaminya.


Ada beberapa hal yang dilaporkan ibu beranak dua ini. Pertama, terkait penundaan sidang terhadap kasus yang menimpa suaminya. Kedua, terkait proses penangkapan selama penyidikan yang dilakukan Polsekta Lubukkilangan.


Dia datang bersama anak pertamanya serta beberapa orang keluarganya, mempertanyakan perihal penangkapan dan penahanan suaminya oleh aparat. Menurutnya, ada kejanggalan selama proses penyidikan polisi, yakni tidak adanya sepucuk surat pun yang diberikan polisi ketika penangkapan dan penahanan.


Padahal, katanya, suaminya hanya mengeluarkan kata-kata kotor kepada Warneti, karyawan PT Pasoka Sumber Karya Semen Padang, tempat Gonzales bekerja. “Itu pun sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Kami heran mengapa permasalahan itu sampai juga ke pihak berwajib,” ungkapnya.


Selain mempertanyakan surat penangkapan dan penahanan, Gita juga mempertanyakan mengapa setiap kali jadwal sidang suaminya batal. “Sudah empat kali sidang dibatalkan dengan berbagai alasan,” bebernya. Suami Gita ditangkap pada 20 Juli lalu.


Banyak Kejanggalan
Atas pengaduan itu, LBH menilai banyak kejanggalan dalam proses hukum yang menimpa mantan atlet tinju nasional itu. Pertama, terkait surat perintah penangkapan. Seharusnya pihak keluarga diberitahukan atau diberikan surat penangkapan. Kedua, kejanggalan di tingkat kejaksaan. Seharusnya kejaksaan melakukan penelitian surat penangkapan, penahanan, saksi yang terekam dalam BAP.


“Ketiga, ketika seseorang ditetapkan sebagai terdakwa, maka dia berhak segera mendapatkan proses peradilan,” kata Koordinator Divisi Pembaharuan Hukum dan Peradilan LBH Padang, Roni Saputra.


Diberitakan sebelumnya, Gonzales, 30, mantan atlet tinju nasional yang ditangkap Polsek Lubukkilangan dua bulan lalu, sempat mengamuk di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Kamis (15/9) lalu. Dia tidak puas sidang kasus yang menimpanya diundur hingga empat kali.


Kemarahan Gonzales dipicu merasa yakin tidak bersalah. Semua penangkapan hingga persidangan yang dilakukan terhadap dirinya seolah-olah telah “dikondisikan” dengan tujuan bila ditahan selama tiga bulan, maka dia akan dikeluarkan dari pekerjaannya akibat terlibat kasus pidana.


Gonzales menjelaskan, kasus yang mengantarkan dia ke kursi pesakitan berawal dari masalah sepele. Dia terlibat perang mulut dengan petugas administrasi. Dia dilaporkan ke polisi dan ditangkap anggota Polsek Lubukkilangan tanpa melakukan proses pemeriksaan maupun di BAP.


Gonzales pernah meraih sabuk emas RCTI, dan juga pernah bertanding ke Jepang, Korea, dan Thailand, serta mewakili Indonesia pada 2009 di tingkat internasional.


Andalkan Gaji Suami

Bagi wanita yang tinggal di Mess Tinju Bawah Rumah Sakit PT Semen Padang RT 001 RW 010 Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan ini, menjalani hidup tanpa suami tak pernah dibayangkan. Dua orang anak hasil perkawinannya dengan Gonzales, kini harus hidup tanpa kasih sayang sang ayah karena tersangkut masalah hukum.


Tak pernah terbayangkan pula bagi Gita untuk hidup seperti ini. Perasaannya berontak dan tak pernah menyangka suaminya harus berurusan dengan hukum karena masalah sepele ini.


Walau berat, Gita harus tetap menapaki hidup. Demi dua buah hatinya yang saat ini masih duduk di kelas 1 SD dan satu lagi masih berusia 2,5 tahun.


Untungnya, dia masih bisa membiayai kebutuhan keluarga dari gaji Gonzales sebagai petugas keamanan di PT Pasoka Sumber Karya Semen Padang. “Tapi, gaji yang dibayar hanya untuk 6 bulan sejak suami saya ditahan. Jadi, tinggal 4 bulan lagi yang bakal saya terima,” katanya. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA