Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 21:40:01 WIB
METROPOLIS

Harga Naik, Transaksi Emas Lesu

Padang Ekspres • Rabu, 14/09/2011 12:32 WIB • (ldy) • 1600 klik

Pasar Raya, Padek—Harga emas mulai merangsek naik sehingga animo masyarakat untuk membeli logam mulia menurun. Harga emas 24 karat yang semula Rp 1.020.000, hari ini, Selasa (13/9) melonjak menjadi Rp 1,3 juta. Anehnya, transaksi di sejumlah toko emas di Padang justru merosot.


Sejumlah pedagang memprediksi harga emas bakal terus melonjak hingga mencapai Rp 1,5 juta. Saat ini, harga emas bertengger di posisi Rp 1,3 juta. Pemicu kenaikan harga logam mulia ini menyusul lonjakan harga emas dunia.


Pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya, terlihat pedagang emas hanya bisa santai sambil menunggu pembeli yang datang. “Kenaikan harga emas menyebabkan transaksi jual beli logam mulia menurun,” ucap Arif, pegawai Toko Mas Murni.Kenaikan harga emas otomatis juga berimbas kepada emas 22 karat kadar 70 persen, dari Rp 260 ribu menjadi Rp 360 ribu. Begitu juga emas kadar 50 persen naik dari Rp 170 ribu menjadi Rp 230 ribu per gram.


Sedangkan emas 24 karat batangan, kadar 99,9 persen harganya Rp 1.305.000. Sementara harga jual kembali Rp 1,3 juta, untuk emas perhiasan harga jual kembali Rp 1.260.000.


Meski harga emas terus melonjak, tapi tidak banyak warga yang tergiur menjual emas. Padahal, setiap harga emas naik, biasanya warga beramai-ramai menjual kembali emas mereka. Arif memperkirakan hal ini terjadi karena banyak pedagang yang memprediksi harga emas bakal terus naik, sehingga warga khawatir tidak sanggup membelinya lagi emas. “Sejak awal puasa lalu hingga saat ini, harga emas mengalami kenaikan hampir Rp 300 ribu per emasnya,” jelasnya.


Karyawan toko emas lainnya, Baim, juga mengaku permintaan emas mulai menurun dibandingkan seminggu menjelang Lebaran. “Berbanding terbalik kali ini, animo membeli emas berkurang,” katanya.


Minggu ini, jelasnya, memang harga gila-gilaan. Tiap hari berubah. Kadang pagi berapa, siang berapa, nanti malam juga bisa berubah lagi. Kita yang jual pusing, lebih pusing lagi karena pembeli sepi. “Jangan dikira harga emas naik, kita senang. Justru penjualan seret,” ungkapnya. (ldy)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : dimas
Senin, 19/09/2011 - Jam 10:42 WIB
ayooooooooooooooooooo saate jual emas,mumpung hargane tinggiii,lumaayannn kan


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!