Date Rabu, 30 July 2014 | 16:02 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Polri Sweeping Senjata di Ambon

Rabu, 14-09-2011 | 11:34 WIB | 155 klik

Jakarta, Padek—Mabes Polri benar-benar all out mencegah Ambon menjadi medan perang kedua setelah konflik 1999. Salah satu caranya dengan mencegah masuknya pendatang dan senjata ke Ambon. Semua pintu masuk Ambon akan dijaga dengan ketat.


”Kami lakukan tindakan pencegahan. Bukan untuk mengganggu kenyamanan warga tapi demi kepentingan bersama,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Anton Bachrul Alam kemarin. Sweeping itu terutama mencari senjata dan pendatang yang tidak jelas maksud kedatangannya ke Ambon.


Menurut Anton, walau suasana sudah kondusif, Polri tak ingin kecolongan. ”Kita juga turunkan penyidik ke Ambon, ada 13 orang dari Bareskrim yang juga sudah berangkat ke sana,” kata mantan Kapolda Jatim itu.


Apakah ada informasi soal pengerahan massa ke Ambon? Anton tak mau terang-terangan menjawab. ”Kita tidak perlu ber-suudzon ya, yang kita inginkan Ambon tetap damai,” kata pejabat Polri yang rajin mengadakan pengajian di rumah dinasnya itu.


Informasi yang dihimpun JPNN, basis-basis massa mulai dibentuk di beberapa wilayah. Secara terang-terangan Front Pembela Islam (FPI) misalnya membuka pendaftaran relawan ke Ambon. ”Kita akan kirimkan mujahidin ke sana kalau aparat tidak bisa bertindak adil,” ujar Sekjen FPI Muhammad Shobri Lubis kemarin.


Selain FPI, beberapa kelompok yang pada 1999 pernah terlibat di Ambon juga mulai mengorganisasi diri. Bahkan, di internet sudah muncul pesan-pesan agar bersiap dan berhati-hati dengan sweeping polisi. ”Untuk ikhwan yang hendak menengok saudara kita yang terluka di Ambon hati-hati cari jalan masuk, kita akan diperlakukan seperti teroris,” tulis website berita www.voa-islam.com tadi malam. (jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA