Date Sabtu, 2 August 2014 | 15:36 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Olah Raga

Latih Bodyguard Calon Presiden

Eddy Surohadi, Pelatih Olahraga Pernapasan Tetada Indonesia

Jumat, 19-08-2011 | 15:01 WIB | 2615 klik
Eddy Surohadi, Pelatih Olahraga Pernapasan Tetada Indonesia

Olah pernapasan: Ribuah murid Tetada se Indonesia latihan pernapasan di kawasan

Nama Eddy Surohadi begitu lekat dengan olahraga seni pernapasan Tetada Indonesia. Selama 20 tahun bapak tiga anak itu mengembangkan dan menginternasionalkan olahraga tersebut. Yang terbaru, Tetada Indonesia kini digunakan untuk dasar seni bela diri internasional, eskrima.


Di usia kisaran 58 tahun, Eddy Surohadi terlihat energik. Siang itu Eddy berlatih seni pernapasan yang sudah 20 tahun dia kembangkan. Yaitu, terapi tenaga dalam (Tetada Indonesia). ”Sekarang namanya bukan lagi Tetada Kalimasada, tetapi Tetada Indonesia. Agar di dunia internasional tetap mengedepankan Indonesia-nya,” tutur Eddy.


Memang, Eddy selama ini terobsesi menjadikan Tetada Indonesia go international. Sebenarnya, sejak akhir 90-an olahraga itu berkembang di luar Indonesia. Salah satunya, berdirinya cabang di Wina, Austria, dan be berapa kota di Filipina.


Nah, sejak masuk di Filipina sekitar 1998, perkembangan Tetada Indonesia diakui Eddy sangat luar biasa. Cabang latihan Tetada Indonesia ada di beberapa kota di Filipina. Di antaranya, di Manila dan Cebu City.


Menurut dia, antusiasme masyarakat di Filipina terhadap Tetada Indonesia terjadi setelah stasiun televisi CNN menayangkan aksi tenaga dalam anggota Tetada Indonesia di sebuah perguruan tinggi di Bandung.


”Dari situ anggota di Filipina terus bertambah. Termasuk, dari kalangan ahli seni bela diri di sana,” jelas pria yang pernah me ngenyam pendidikan perkapalan di ITS tersebut. Salah seorang ahli bela diri terkenal Filipina yang menjadi anggota Tetada Indonesia ialah Dr Silvano Maranga. Bersama Maranga, Eddy mengembangkan Tetada Indonesia di Filipina. (jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA