Date Rabu, 30 July 2014 | 07:54 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Lahirkan Pelarangan Pukat Harimau

Senin, 04-04-2011 | 11:27 WIB | 1622 klik


Maraknya aksi penangkapan ikan menggunakan pukat harimau di perairan laut Pesisir Selatan (Pessel), ditanggapi Pemkab dengan mengeluarkan Keputusan Bupati tentang Pelarangan Penggunaan Pukat Harimau. Upaya ini bertujuan agar pengawasan secara langsung dari masyarakat juga berjalan optimal.


”Keputusan itu disesuaikan dengan edaran menteri, dan akan segera diterbitkan,” ungkap Bupati Pessel Nasrul Abit ketika dihubungi Padang Ekspres pekan lalu.
Keterbatasan sarana kapal oleh DKP Pessel, peluang bagi pelaku penangkapan ikan dengan jaring pukat harimau beroperasi di Pessel. Saat ini, kapal patroli dengan kecepatan maksimum kapal 9 knot. Sementara mereka melakukan penangkapan ikan dengan pukat harimau dengan kecepatan 13 knot.


”Kalau tidak ada halangan, Insya Allah, awal Juni 2011 ini, Pemkab akan menerima bantuan kapal patroli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kapal ini untuk pengamanan pesisir laut dari aksi pencurian ikan dan penggunaan pukat harimau serta alat lainya yang bisa merusak ekosistem laut,” jelas Nasrul.


Nasrul minta nelayannya tidak menggunakan jaring pukat harimau karena merusak ekosistem laut. Sedangkan kepada masyarakat dia minta agar proaktif melaporkan setiap kegiatan melanggar hukum.
Kawasan laut Pessel menjadi sumber penghidupan 19.600 kepala keluarga. Mereka tersebar di 10 kecamatan dengan garis pantai mencapai 243 kilometer. Dengan potensi ini, diyakini bisa memberikan penghidupan. Namun potensi ini dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab. ”Makanya tidak ada istilah toleransi bila oknum pelaku tertangkap,” tegasnya. (yo)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA